ZOE Production

Nama alamat nomor telephone dan Whatsupp

Showing posts with label Reporter. Show all posts
Showing posts with label Reporter. Show all posts

Friday, May 26, 2017

Camera Blackmagic Design ini dirancang untuk profesional atau kalangan cinema. Setelah tertunda, harga camera ini turun. Sebelumnya Lumix sebagai merek pertama dari camera DSLR yang menempatkan teknologi 4K.
Camera Blackmagic Design sebelumnya sudah diumumkan sekitar $3999, tapi sekarang harganya sudah pas $2999. Kelihatannya Bodi camcorder profesional ini mahal, tapi lihat fitur camera ini.

Recording sudah pasti resolusi sangat besar mencapai 4K atau 4x dari camera Full HD. Format video mengunakan CinemaDNG RAW dan Apple ProRes 422. Layarnya sudah touchscreen. Paling menarik di bagian mounting camera, dapat mengunakan lensa kelas atas seperti Canon Cinema, Zeiss Planar, dan lensa Schenider Cine-Xenar.

Sunday, January 17, 2016

Apa pun bentuk dan durasinya, dalam liputan wawancara merupakan salah satu sekuen yang paling membekas. “Kehadiran” narasumber memberi wujud pada pokok bahasan yang diseleksi, dan harus disutradarai lewat prosedur teknis yang dikuasai betul. Framing, skala shot, maupun pengambilan suara berandil dalam memaknai wawancaranya sehingga menarik bagi pemirsa.
PERAN KAMERAMEN
  • Utamakan selalu wawancara dalam situasi yang bersangkutan: tukang roti di depan pemanggang, pelukis bersama modelnya, pemain bola berlatih di lapangan. Yang memperkaya penuturan narasumber adalah konteks tempatnya menjalani kehidupan.
  • Telitilah dalam pembuatan frame wawancara, yaitu yang mengandung informasi: jika wawancaranya panjang atau ada kemungkinan disertai tambahan saat montase, shot yang diambil dengan maksud itu—ilustrasi atau shot transisi—haruslah yang melengkapi makna dari wawancara.
  • Pilihlah skala shot yang mencerminkan isi penuturannya:
  1. close-up: isi dari penuturan bersifat pribadi
  2. full shot: sedada—isi dari penuturan bersifat umum
  3. medium long shot: isi dari penuturan bersifat khidmat (pernyataan resmi atau di hadapan umum).

Wednesday, January 6, 2016

Setiap kali seorang wartawan pergi liputan, tanggung-jawabnya harus diperhitungkan. Ia akan merekam gambar-gambar, penuturan-penuturan, postur-postur yang bukan miliknya. Legitimitasnya dalam hal merekam dan menyiarkan informasi-informasi ke masyarakat luas hanya bersandar pada penghormatannya terhadap kehidupan pribadi dan hak setiap individu atas gambar pribadinya. Setiap kali kepentingan umum dipertaruhkan, ia tidak ragu mengambil risiko, karena inilah tuntutan peran jurnalisme dalam masyarakat demokratis.
  • Mengenal dengan baik status tempat penyelenggaraan shooting, memastikan apakah itu tempat umum atau pribadi.
  • Jangan pernah shooting melawan kehendak orang-orang yang dimintai. Bersikap sabar, dapat dipercaya, agar memperoleh hak merekam gambar.

Friday, May 8, 2015



Ketika kita akan memulai merekam gambar, yang umum dan selalu menjadi perhatian seorang juru kamera adalah : 
  1. Komposisi, merupakan susunan objek visual secara keseluruhan pada bidang gambar, agar objek menjadi pusat perhatian. Seorang juru kamera harus mempunyai rasa ( sense of art ), kreatifitas, dalam menciptakan sebuah gambar. Dengan komposisi kita juga membangun “mood“ suatu visual dan keseimbangan objek. Ada beberapa cara yang dapat dipakai untuk menghasilkan komposisi yang baik, diantaranya :

Sepertiga bagian ( rule of thirds ), pada aturan umum komposisi sebenarnya dibagi menjadi 9 bagian sama. Sepertiga bagian adalah teknik dimana kita menempatkan objek menjadi focus, berada diantara salah satu dari 9 bagian tersebut. Hal ini sangat berbeda dengan yang umum dilakukan, dimana kita selalu menempatkan objek ditengah – tengah bidang ( Death Center )

Wednesday, February 4, 2015


Kewartawanan atau jurnalisme (berasal dari kata journal), artinya catatan harian, atau catatan mengenai kejadian sehari-hari, atau bisa juga berarti surat kabar. Journal berasal dari istilah bahasa Latin diurnalis, yaitu orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik.

Di Indonesia, istilah “jurnalistik” dulu dikenal dengan “publisistik”. Dua istilah ini tadinya biasa dipertukarkan, hanya berbeda asalnya. Beberapa kampus di Indonesia sempat menggunakannya karena berkiblat kepada Eropa. Seiring waktu, istilah jurnalistik muncul dari Amerika Serikat dan menggantikan publisistik dengan jurnalistik. Publisistik juga digunakan untuk membahas Ilmu Komunikasi.

Kewartawanan dapat dikatakan “coretan pertama dalam sejarah”. Meskipun berita seringkali ditulis dalam batas waktu terakhir, tetapi biasanya disunting sebelum diterbitkan.

Para wartawan seringkali berinteraksi dengan sumber yang kadangkala melibatkan konfidensialitas. Banyak pemerintahan Barat menjamin kebebasan dalam pemberitaan (pers).

Friday, September 26, 2014



STAND UP artinya seorang reporter langsung melaporkan suatu kejadian, peristiwa atau kondisi objek berita langsung dari tempat. Tidak selamanya seorang reporter mampu stand up di hadapan kamera. Biasanya demam kamera dan perasaan grogi akan menyelimuti para reporter yang baru terjun di lapangan. Reporter harus mampu menguasai perasaan, suara, dan hal pskis lainnya yang berkaitan dengan peristiwa atau kondisi saat dia melaporkan. Dengan kata lain, mental set seorang reporter pada saat stand up harus prima, terutama daya improvisasinya.

Pada saat stand up seorang reporter dilengkapi dengan catatan kecil yang menjadi pointer kejadian atau kondisi yang harus dilaporkan. Tetapi detail dan narasinya harus dia improvisasi sendiri. Dan, yang tak kalah penting adalah, eye contact (kontak mata) antara reporter dan penonton harus dijaga, karena ribuan bahkan jutaan penonton sedang menontnnya dirumah.
stand up bagi seorang reporter dimungkinkan karena adanya sistem ROSS yang berlaku dalam dunia jurnalistik televisi. Sistem ROSS menurut Hartoko dibedakan menjadi empat :

Monday, August 25, 2014

Wartawan itu sama dengan kaum profesional lainnya seperti dokter, pengacara, akuntan dan dosen. buat jadi seorang wartawan, kita juga butuh keterampilan khusus, khususnya di bidang menulis dan berbicara.

Dulu, profesi wartawan masih dipandang sebelah mata. Tidak banyak orang yang tertarik pada profesi ini, kecuali karena minat dan bakat yang sangat kuat atau lantaran ada semangat 'panggilan hidup'. Hal ini dikarenakan karena dulu media cetak dan elektronik masih sangat terbatas. tidak seperti sekarang, dimana media cetak dan elektronik sangat menguasai masyarakat.
Copyright zOe Production. Powered by Blogger.

Contact Us

Name

Email *

Message *

Lighting, editing