ZOE Production

Nama alamat nomor telephone dan Whatsupp

Showing posts with label Creative. Show all posts
Showing posts with label Creative. Show all posts

Tuesday, October 18, 2022

 

suara parlemen

 

Berikut ini, kami akan memberikan mengenai bagaimana cara membuat konsep acara yang kreatif dan menarik sehingga akan dapat menarik banyak pengunjung dan tentunya calon sponsor untuk ikut berkontribusi ke dalam acara tersebut.

Agar suatu acara dapat terlihat kreatif dan menarik, banyak hal yang bisa anda lakukan, dan bahkan tidak selalu dengan membuat suatu acara menjadi unik alias belum pernah dilakukan sebelumnya oleh siapapun.

Yang terpenting di sini adalah anda harus memastikan acara tersebut akan meninggalkan kesan yang mendalam dan menyenangkan bagi mereka yang berpartisipasi, baik sebagai pengunjung, peserta, pengisi acara, ataupun penyandang dana dan sponsor.

Dengan membuat suatu acara yang berkesan, tentunya akan menghasilkan suatu pengalaman tersendiri dan akan membuat acara anda terlihat semakin menarik, dan bahkan kreatif, sehingga akan terus dibicarakan oleh semua orang.

Lalu, bagaimana cara membuat acara yang berkesan, menarik, dan bahkan kreatif tersebut ?

Tentunya kesemuanya akan dimulai dari penyusunan konsep acara yang matang, menarik, tetapi akan tetap masuk akal untuk dilaksanakan, dan akan dapat mengundang minat dan ketertarikan, baik dari para sponsor, calon pengunjung, atau calon peserta.

Cara Membuat Konsep Acara yang Kreatif dan Menarik


Ada beberapa tahapan yang bisa anda coba lakukan pada saat menyusun konsep acara, yang apabila anda terapkan maka diharapkan akan dapat membantu anda menbuat suatu konsep acara yang kreatif dan menarik, yang akan kami jelaskan berikut ini:

.
 Cari Referensi Sebanyak-banyaknya

Pertama-tama yang perlu anda lakukan dalam membuat konsep acara yang menarik adalah dengan cara mencari referensi acara lain sebanyak-banyaknya, terutama yang sesuai dengan event yang akan anda buat.

Ini berguna untuk memancing ide kreatif anda sendiri, karena dengan melihat berbagai referensi acara, bisa jadi anda akan terpikirkan suatu ide baru, ataupun hasil percampuran dari referensi-referensi tersebut.

2. Pelajari Studi Kasus dari Acara yang Pernah Ada

Tidak hanya melihat referensi dari luarnya saja, anda juga harus membedah setiap acara yang anda ambil sebagai contoh, dan mencoba mengupas apa saja yang dibutuhkan guna acara tersebut berjalan dengan baik.

Dengan begitu anda jadi lebih memahami apakah acara yang serupa juga bisa anda lakukan atau tidak, dan kalau tidak mungkin dilakukan, apa kira-kira alternatif yang bisa anda coba.

Pahami juga siapa yang mensponsori acara tersebut, dari industri apa, siapa target pengunjungnya, berapa harga tiket masuknya, di mana lokasinya, apa kendala yang kira-kira mereka hadapi, dan lain sebagainya.

3. Menyusun Konsep Awal

Langkah selanjutnya adalah mencoba membuat draft kasar dari konsep yang ingin anda ajukan setelah melihat dan mengamati contoh kasus yang pernah ada, tanpa harus membutuhkan data yang valid.

Buatlah konsep awal yang hanya berisikan elemen-elemen nya saja tanpa harus ada perumusan rencana anggarannya seperti apa, guna membantu anda membentuk suatu kerangka dasar dari konsep acara tersebut.

4. Buang Elemen yang Tidak Perlu

Setelah konsep awal jadi, selanjutnya anda harus memilah dan membuang elemen-elemen yang sekiranya tidak diperlukan, baik karena anda angap akan sulit dilaksanakan, atau yang anda anggap hanya akan menjadikan biaya semakin bengkak, atau faktor-faktor lainnya.

Yang dimaksud elemen di sini bisa dari beragam hal, misalnya konsep desain panggung, gimmick dari acara, pengisi acara, spesifikasi sound system dan lighting, atau hal apapun yang anda masukkan ke dalam konsep awal tersebut.

5. Buat Daftar Vendor yang Terkait dan Cari Harga

Setelah anda membuang elemen-elemen yang tidak perlu, langkah selanjutnya anda sudah bisa untuk mulai survei harga dan juga vendor, dan membuat daftar lengkapnya sehingga apabila konsep anda nantinya berjalan, anda sudah tidak perlu repot lagi mencari-cari.

Ini juga berguna untuk mengantisipaso apabila kesiapan anda dipertanyakan oleh atasan, ataupun calon sponsor atau pemberi dana, karena anda bisa mengajukan daftar vendor tersebut supaya mereka juga memahami berapa besar anggaran yang anda butuhkan dan juga kemungkinan suatu elemen bisa terlaksana atau tidak.

6. Menyusun Tim yang Kompeten

Walaupun masih tahap konsep, anda juga sebaiknya sudah mulai menyusun siapa-siapa saja yang sekiranya akan anda masukkan ke dalam tim inti pelaksana acara tersebut, dan lebih baik lagi apabila anda dapat mengkonfirmasi kesediaan mereka.

Memilih seseorang yang tepat untuk suatu posisi bisa akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas pekerjaan anda nantinya pada saat mempersiapkan suatu acara, dan juga dapat menambah kredibilitas anda apabila orang tersebut sudah memiliki reputasi.

7. Brainstorming dengan Tim

Setelah tim terbentuk, ada baiknya anda diskusikan lagi mengenai konsep acara yang akan anda ajukan, dan mencoba mendapatkan feedback dari masing-masing anggota tim pelaksana yang anda tunjuk tersebut.

Perlu dicatat bahwa tidak serta merta usulan mereka harus anda terapkan, melainkan anda harus mempertimbangkan dengan matang apakah usulan ang diberikan benar-benar memberikan manfaat yang signifikan atau tidak.

8. Menyusun Daftar Sponsor

Setelah konsep telah anda susun dan dimatangkan, maka tahapan selanjutnya dalam cara membuat konsep acara adalah menyusun daftar nama-nama sponsor yang sekiranya akan memiliki peluang terbaik untuk mendanai acara yang akan anda laksanakan tersebut.

Pastikan calon sponsor yang anda kumpulkan memiliki target audiens yang serupa dengan target pengunjung acara anda, atau pun sesuai dengan tema kegiatan, industri yang anda sasar, atau apa saja yang sekiranya akan dapat memberikan manfaat bagi para calon sponsor tersebut.

9. Menyusun Proposal yang Menarik

Apabila konsep telah matang, tim telah siap, daftar vendor dan sponsor juga telah anda buat, maka tahapan selanjutnya adalah menyusun proposal yang menarik bagi para calon sponsor serta pemberi dana.

Isi proposal biasanya berupa paket-paket sponsorship yang berisikan imbal balik apa saja yang akan diterima calon sponsor apabila tertarik untuk mendanai acara, misalnya penempatan logo sponsor pada spanduk, brosur, penyediaan booth di lokasi acara, dan lain sebagainya.

10. Buat Survei

Untuk semakin memantapkan persiapan, anda juga bisa mencoba membuat survey kepada para calon pengunjung atau calon partisipan dalam konsep acara yang anda buat, dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar acara tersebut menarik minat mereka.

Karena, semenarik dan sekreatif apapun konsep acara yang anda buat menurut anda dan tim, apabila ternyata tidak dianggap cukup menarik oleh calon pengunjung atau partisipan yang anda targetkan tentunya akan percuma dan hanya akan membuang waktu serta biaya saja.

11. Kaji Ulang Konsep Acara

Anda juga perlu mengkaji ulang konsep acara meskipun telah banyak anda revisi dan hilangkan berbagai elemen di dalamnya, guna memastikan apakah ada hal-hal yang masih terlewat atau bahkan bisa ditambahkan ke dalamnya.

Tetapi anda juga harus tahu kapan waktunya anda berhenti mengkaji ulang, karena dikhawatirkan apabila telalu sering anda kaji, bisa jadi akan terlalu banyak tambahan yang membuat konsep acara melenceng terlalu jauh dari tujuan awalnya.

Tips Mendapatkan Sponsor



Setelah konsep selesai anda susun, tentunya anda harus mulai bergerak mencari sponsor atau pemberi dana untuk acara yang ingin anda buat tersebut, dan bisa dibilang ini merupakan tahapan yang paling sering menemui kendala.

Mulai dari membuat janji temu dengan perwakilan dari calon sponsor yang sulit, lalu banyak juga sponsor yang tidak tertarik untuk memberikan dana tetapi hanya ingin menyumbangkan produk mereka dengan imbalan setara dengan sponsor pemberi dana, hingga lamanya waktu yang dibutuhkan untuk pencairan dana tersebut.

Karenanya, kami akan memberikan beberapa tips yang bisa anda coba untuk mendapatkan sponsor, sehingga diharapkan akan mempermudah anda pada saat memasuki tahapan yang satu ini dan acraa akan berjalan dengan lancar.

Beberapa tips tersebut antara lain adalah:

1.   Pastikan sponsor memiliki target pelanggan yang sama dengan target pengunjung atau partisipan dari acara anda,

2.   Buat deadline untuk anda mencari sponsor, dan jangan terlalu mepet dengan hari H dari acara tersebut,

3.   Tentukan target berapa minimal dana yang harus anda dapatkan dari sponsor,

4.   Bersikap profesional pada saat berkomunikasi dengan calon sponsor,

5.   Rancang proposal semenarik mungkin, baik dari segi desain maupun dari segi paket sponsorship yang anda tawarkan,

6.   Tetap semangat dan jangan mudah putus asa, karena sangat lumrah untuk sponsor tidak merespons anda ataupun menolak proposal anda, sehingga anda sebaiknya segera beralih ke calon sponsor selanjutnya.

7.   Apabila sponsor mengajukan barter produk, jangan langsung ditolak, karena bisa jadi anda bisa menggunakan produk mereka untuk menambah nilai acara anda.

Dengan mencoba menjalankna beberapa tips tersebut, kami harapkan usaha anda untuk mendapatkan sponsor akan lebih membuahkan hasil sehingga konsep acara yang anda ingin selenggarakan bisa berjalan dengan aman, lancar, serta tidak kekurangan dana.

Kesimpulan


Membuat konsep acara yang kreatif dan menarik memang tidaklah mudah, karena membutuhkan pengalaman serta pengetahuan yang luas dari anda tentang jenis acara yang ingin anda selenggarakan tersebut.

Akan tetapi hal tersebut bukannya tidak mungkin, karena dengan melakukan langkah-langkah yang tepat, anda bisa menyusun suatu konsep acara yang akan mendatangkan banyak pengunjung serta menarik minat dari para calon sponsor sebagai pemberi dana.

Intinya adalah dengan tidak berhenti belajar dari acara-acara yang pernah digelar, memastikan acara tersebut mungkin untuk dilakukan, serta tidak malas untuk selalu merevisi dan mengkaji ulang, serta mau beradaptasi apabila pada kenyataannya konsep acara yang anda inginkan tidak bisa terwujud 100% pada saat pelaksanaannya di lapangan.

Kami harapkan panduan mengenai cara membuat konsep acara yang kami berikan ini akan dapat membantu anda merealisasikan konsep yang telah anda buat secara matang sehingga bisa mendatangkan keuntungan dan juga memberikan kepuasan serta kebangganan pribadi bagi diri anda sendiri.

 

Friday, March 8, 2019


Produksi sebuah program video dan televisi selalu dimulai dari ide atau gagasan yang kemudian dituangkan kedalam sebuah naskah atau script.
Naskah merupakan sebuah landasan yang diperlukan untuk membuat sebuah program video dan televisi apapun bentuknya. Penulisan sebuah naskah program video dan televisi yang didasarkan pada sebuah ide biasanya mempunyai tujuan yang spesifik yaitu :

       Memberi informasi (to inform)
       Memberi inspirasi (to inspire)
       Menghibur (to entertain)
       Propaganda
Tulisan ini akan membahas tentang bagaimana menulis sebuah naskah program televisi yang mencakup langkah-langkah yang perlu ditempuh, bentuk naskah, format program dan cara-cara penulisan naskah. Sebelum mempelajari lebih jauh tentang penulisan naskah program video, Anda terlebih dahulu perlu mengetahui fungsi naskah.

FUNGSI NASKAH
Sebuah naskah mempunyai peran sentral dalam produksi sebuah program video dan televisi. Fungsi naskah dalam produksi program video dan televisi adalah sebagai berikut:

• Konsep dasar (basic concept)
• Arah (direction)
• Acuan (reference)

Sebuah naskah adalah ide dasar yang diperlukan dalam sebuah produksi program video. Kualitas sebuah naskah sangat menentukan hasil akhir dari sebuah program.
Sebuah naskah pada umumnya berisi gambaran atau deskripsi tentang pesan atau informasi yang disampaikan seperti alur cerita, karakter tokoh utama, dramatisasi, peran/figuran, setting, dan property atau segala hal yang berkaitan dengan pembuatan sebuah program video dan televisi.
Sebuah naskah pada umumnya diganakan sebagai dokumen yang dapat mengarahkan sutradara dan kerabat kerja (crew) dalam bekerja menyelesaikan produksi program video.
Naskah sebuah program video berisi beberapa informasi tentang adegan yang melibatkan aktor, setting dan property. Sutradara dan kerabat kerja perlu mematuhi isi dan alur cerita yang terdapat dalam sebuah naskah
Sebuah naskah dapat digunakan sebagai referensi oleh sutradara dan kerabat kerja untuk mewujudkan sebuah ide atau gagasan menjadi sebuah progam video yang komunikatif. Semua upaya kreatif dalam produksi dari sutradara dan kerabat kerja harus mengacu kepada sebuah naskah.


LANGKAH-LANGKAH PENULISAN NASKAH

Langkah penulisan sebuah program video biasanya terdiri dari serangkaian kegiatan yaitu :

• Merumuskan ide
• Riset
• Penulisan outline
• Penulisan sinopsis
• Penulisan treatment
• Penulisan naskah
• Reviu naskah
• Finalisasi naskah

Ide sebuah cerita yang akan dibuat menjadi program video dan televisi dapat diambil dari cerita yang sesungguhnya (true story) atau non fiksi dan rekaan atau fiksi.
Banyak sekali sumber ide yang dapat dijadikan inspirasi untuk menulis sebuah script video dan televisi. Misalnya, novel, cerita nyata, dan lain-lain. Film JFK merupakan contoh film yang digali dari peristiwa terbunuhnya salah seorang presiden termuda di Amerika Serikat.
Oliver Stone, penulis sekaligus sutradara menggunakan banyak sumber informasi untuk membuat film tersebut sehingga dapat bertutur secara objektif.
Riset sangat diperlukan setelah Anda telah menemukan sebuah ide yang akan dibuat menjadi sebuah program. Riset dalam konteks ini adalah suatu upaya mempelajari dan mengumpulkan informasi yang terkait dengan naskah yang akan ditulis.
Sumber informasi dapat berupa buku, koran atau bahan publikasi lain dan orang atau narasumber yang dapat memberi informasi yang akurat tentang isi atau substansi yang akan ditulis.
Setelah memahami hasil riset atau informasi yang terkumpul, anda dapat membuat kerangka atau outline dari informasi yang akan Anda tuangkan menjadi sebuah script.
Outline pada umumnya berisi garis besar informasi yang akan Anda akan tulis menjadi sebuah script.
Langkah selanjutnya adalah membuat sinopsis atau deskripsi singkat mengenai program yang akan Anda tulis. Sinopsis dan outline akan membantu memfokuskan perhatian Anda pada pengembangan ide yang telah Anda pilih sebelumnya. Penulisan sinopsis harus jelas sehingga dapat memberi gambaran tentang isi program video atau televis yang akan kita buat.

Menulis naskah harus didasarkan pada rencana yang telah dibuat yang meliputi outline, synopsis dan treatment. Seorang penulis harus memiliki kreatifitas dalam mengembangkan treatment menjadi sebuah naskah. Treatment yang ditulis dengan baik merupakan fondasi yang kokoh yang diperlukan untuk menulis sebuah naskah.
Sebuah treatment harus berisi deskripsi yang jelas tentang lokasi,waktu, pemain, adegan dan property yang akan direkam ke dalam program video. Treatment juga menggambarkan tentang sistematika atau sequence program video atau televisi yang akan diproduksi.

Penulisan sebuah naskah harus didasarkan pada treatment yang dibuat. Walaupun dalam menulis naskah penulis dapat melakukan perubahan, tapi sebaiknya perubahan yang dilakukan tidak merupakan perubahan yang bersifat substantif. Perubahan sebaiknya bersifat kreatif dan tidak mengubah substansi program. Oleh karena itu treatment harus kokoh dan jelas.
Dalam menulis Penulis harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan naskah yang benar.
Draf naskah yang telah selesai ditulis perlu ditelaah untuk melihat kebenaran substansinya dan juga cara penyampaian pesannya. Draf naskah harus ditelaah oleh orang yang mengerti substansi isi program (content expert) dan ahli media (media specialist).
Finalisasi naskah merupakan langkah akhir sebelum naskah diserahkan kepada produser dan sutradara untuk diproduksi. Naskah final merupakan hasil revisi terhadap masukan-masukan yang diberikan oleh content expert dan ahli media.


BENTUK PROGRAM

Bentuk program dapat diartikan sebagai suatu pendekatan yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau isi program kepada pemirsa (audience). Bentuk program yang digunakan untuk menayangkan program video dan televisi sangat beragam yaitu:

• Drama
• Dokumenter
• Talk show
• Demo
• Musikal
• Quiz
• Features

1.      Drama

Inti dari sebuah program video dan televisi bebentuk drama adalah adanya konflik dari orang – orang yang terlibat (pelaku) di dalamnya.
Program berbentuk drama biasanya dimulai dengan mengenalkan karakter dari orang – orang yang terlibat di dalamnya yang kemudian diikuti dengan konflik yang dibangun secara dramatik yang melibatkan para pelaku tersebut. Konflik ini biasanya diselesaikan pada akhir cerita.
Penyelesaian konflik pada akhir cerita dapat berupa happy ending atau sebaliknya.

2.      Dokumenter

Dokumenter adalah program yang bercerita tentang suatu peristiwa yang telah berlangsung sebelumnya. Contoh film dokudrama yang kita kenal adalah Pengkhianatan G-30S PKI yang digarap oleh sutradara Arifin C. Noer, Pearl Harbour karya Jerry Bruckheimer dan JFK yang ditulis dan disutradarai oleh Oliver Stone. Film tersebut merupakan contoh – contoh film yang dikemas dengan menggunakan bentuk dokumenter.

3.      Talk Show

Program talk show adalah program yang menampilkan pembicara, biasanya lebih dari satu orang, untuk membahas suatu thema atau topik tertentu. Program dengan format talk show biasanya dipandu oleh seorang moderator. Agar program talk show dapat menarik perhatian audience maka pembicara yang terlibat di dalam program harus memiliki latar belakang yang berlainan, pro dan kontra, terhadap topik yang dibahas.

4.      Demo

Contoh program berbentuk demo adalah program masak memasak atau membuat kue dan tip otomotif. Program demo biasanya membahas resep atau cara yang dipraktekan secara procedural - tahap demi tahap. Melalui program berbentuk demo, pemirsa dapat mempelajari dan menerapkan suatu keterampilan (skill).

5.      Musikal

Program musikal merupakan program yang menampilkan acara musik dan tarian sebagai hiburan. Tentunya Anda sering melihat program musikal yang ditayangkan di stasiun televisi. Banyak kemasan program yang digunakan oleh produser televisi untuk menayangkan program musikal.
MTV program misalnya selalu menayangkan klip-klip video musik dari penyanyi terkenal untuk pemirsa kaum muda.

6.      Quiz

Bentuk program lain yaitu quiz. Saat ini kita dapat melihat banyak sekali program TV yang berbentuk quiz. Program berbentuk quiz biasanya berisi tantangan yang melibatkan pesertanya atau bahkan pemirsa untuk menjawab tantangan tersebut.
Peserta yang berhasil menjawab tantangan akan memperoleh reward (hadiah) sebagai imbalan. Contoh program berbentuk quiz yang sangat dikenal yaitu Berpacu dalam melodi yang mengharuskan kontestan atau peserta menebak judul atau pencipta sebuah lagu berdasarkan penggalan nada yang dimainkan. Sekarang ini banyak quiz interaktif yang memeneri kesempatan audience terlibat langsung dengan program yang ditayangkan.

7.      Features

Features merupakan program yang berisi segmen-segmen yang dikemas dalam bentuk penyajian yang bervariasi. Sebuah program berbentuk features biasanya membahas suatu topik yang menarik dengan menggunakan beberapa bentuk penyajian atau pendekatan program.

BENTUK NASKAH

Bentuk naskah dapat diklasifikasikan berdasarkan kelengkapan informasi yang terdapat didalamnya yaitu:

• Kerangka naskah (Rundown script)
• Semi naskah (Semi script)
• Naskah penuh (Full script)

Rundown script adalah naskah yang berisi hanya garis besar (outline) dari informasi yang akan disampaikan kepada pemirsa. Sebuah rundown script pada umumnya memerlukan improvisasi dari presenter atau ahli (expert) yang akan muncul didalam program.

Semi script adalah naskah yang sudah lebih rinci dari pada rundown script.

Full script adalah naskah yang berisi informasi lengkap dan rinci tentang program yamg akan diproduksi. Dalam sebuah full script terdapat informasi yang rinci tentang pelaku, adegan. Setting dan property.


Wednesday, January 23, 2019

Peranan Riset di Program Televisi

Secara umum, riset dapat dirumuskan sebagai pencarian pengetahuan atau setiap penyelidikan sistematis terhadap fakta-fakta yang ada. 
Riset adalah proses mengumpulkan, menganalisis, dan menerjemahkan informasi atau data secara sistematis, untuk menambah pemahaman kita terhadap suatu fenomena tertentu yang menarik perhatian kita.

Dilihat dari jenis data yang diolah, ada dua jenis riset:
Riset primer: Mengumpulkan data yang sebelumnya tidak ada. Data itu, misalnya, dikumpulkan dari subyek riset dan hasil eksperimen.
Riset sekunder: Merangkum, membandingkan, dan atau mensintesiskan hasil riset yang sudah ada. Artinya, riset sekunder itu memanfaatkan hasil riset primer.

Dalam ilmu-ilmu sosial dan kemudian juga dalam disiplin-disiplin lain, dua metode riset berikut ini dapat diterapkan, tergantung pada hal-hal yang menjadi materi subyek, serta tujuan diadakannya riset tersebut.

Riset kualitatif (memahami perilaku manusia dan alasan-alasan yang menentukan perilaku tersebut)
Riset kuantitatif (penyelidikan empiris yang sistematis terhadap hal-hal dan fenomena yang bersifat kuantitatif, serta hubungan-hubungan di antara mereka).
Mengapa riset penting?

Dalam konteks kerja jurnalistik di media elektronik, seperti TV, riset menjadi penting karena berbagai manfaat yang dapat diperoleh:
1. Menambah pemahaman kita terhadap sebuah topik.
2. Mempermudah menentukan arah dan sudut pandang peliputan.
3. Menjadi pemandu bagi kita dalam memulai peliputan.
4. Menjadi alat pembantu dalam pengambilan gambar.

Jenis-jenis riset di Divisi News TV

Dilihat dari pihak yang melakukan riset, secara garis besar terdapat dua macam riset yang dilakukan di Divisi News TV. Dua macam riset ini berbeda dalam hal-hal yang diriset, jenis data yang diolah, dan tujuan diadakannya riset tersebut.

Pertama, riset yang dilakukan oleh staf RCD (Research Creative Development).
Kedua, riset yang dilakukan oleh para pengelola program di masing-masing program, baik bulletin maupun magazine. Pengelola program di sini bisa produser, asisten produser, reporter, camera person, atau PA (production assistant).

Riset oleh Staf RCD
Riset yang dilakukan oleh staf RCD secara umum bertujuan mendukung kinerja Divisi News dalam pencapaian target rating/share, yang telah ditetapkan oleh pimpinan TV. Target rating/share itu sendiri biasanya diputuskan dalam rapat kerja tahunan TV. RCD juga diminta mengevaluasi dan membantu pengembangan program yang sudah ada, serta perencanaan program-program baru.

Mempertimbangkan tujuan tersebut, maka yang dijadikan obyek riset oleh staf RCD adalah kinerja setiap program, yang bernaung di bawah Divisi News. 

Ukuran keberhasilan tiap program ini sangat jelas dan terukur, yaitu besarnya angka rating/share yang diperoleh. Data rating/share semua program ini secara berkala dipasok oleh lembaga pemeringkat dari luar, yakni AGB Nielsen Media Research Indonesia, kepada TV (dan stasiun-stasiun TV lain) selaku klien.

Dengan demikian, riset yang dilakukan oleh staf RCD pada dasarnya adalah riset sekunder, karena RCD tidak menghitung sendiri angka rating/share tersebut. Data rating/share yang diolah RCD adalah hasil riset/survei yang sudah ada, yang dilakukan oleh AGB Nielsen.

Untuk setiap program, pertanyaan yang bisa diajukan, misalnya:
Mengapa rating/share program itu naik? Mengapa pula turun?
Apakah kenaikan atau penurunan rating/share itu lebih dipengaruhi faktor internal (kemasan atau kualitas tayangan) atau faktor eksternal (tayangan TV kompetitor)?

Jika lebih dipengaruhi faktor internal, apa saja yang mempengaruhi? (pilihan host, talent, nara sumber, kualitas gambar, slot penayangan, narasi, alur cerita, pilihan lagu/backsound, pilihan topik/tema, dan sebagainya)

Pembenahan apa saja yang bisa dilakukan, untuk memperbaiki kinerja program tersebut di masa mendatang?
Tayangan program seperti apa, yang tampaknya menjadi tren atau sedang digemari khalayak penonton?
Dan lain-lain.

Riset oleh Pengelola Program


Riset yang dilakukan oleh pengelola program terutama bertujuan mendukung kinerja program bersangkutan, dalam pencapaian target rating/share yang telah ditetapkan pimpinan Divisi News TV. Jadi, cakupannya lebih terbatas ketimbang riset yang dilakukan staf RCD. 

Karena tujuan yang sifatnya lebih terbatas tersebut, obyek riset pengelola program umumnya adalah hal-hal konkret, yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan operasional liputan. Ini terutama dirasakan untuk program-program magazine.

Hal-hal konkret itu, misalnya:


Dukungan content untuk pemilihan topik liputan episodik yang tepat, yang disesuaikan dengan segmen penonton yang dituju pada slot program bersangkutan.
Pemilihan narasumber, host, talent yang tepat, yang diperkirakan akan menghasilkan paket tayangan yang berkualitas.
Informasi untuk pemilihan lokasi dan waktu liputan yang tepat. Termasuk di sini perhitungan waktu, biaya, teknis-peralatan yang dibutuhkan, gangguan cuaca, dan potensi-potensi permasalahan lain di lapangan.

Logikanya, jika dukungan content lengkap dan pelaksanaan operasional liputan dapat berlangsung dengan baik, hal ini akan menghasilkan materi liputan yang memadai dan gambar yang baik. Hal-hal terebut akan berdampak pada kualitas program/tayangan yang dibuat (post-production), dan pada akhirnya, hasilnya akan tercermin pada angka rating/share program tersebut. Angka rating/share akan tinggi manakala penonton puas dengan tayangan tersebut.

Seperti juga riset yang dilakukan staf RCD, sebagian besar riset yang dilakukan pengelola program adalah riset sekunder. Informasi atau data yang dikumpulkan, dirangkum, diolah, dan dianalisis, adalah data yang tersedia secara meluas, terbuka, dan prinsipnya bisa diakses siapa saja di media massa. Data itu bisa diperoleh antara lain dari suratkabar, majalah, brosur, buku, situs web, blog, siaran pers, dan sebagainya. 

Berkat perkembangan yang pesat dari media online, mayoritas riset yang dilakukan adalah secara online (banyak media cetak yang juga sudah go online). Selain praktis, riset semacam ini juga murah, menghemat banyak biaya dan waktu, dan tidak memerlukan mobilitas pengelola media.

Hasil penjelajahan dari berbagai situs, surat kabar, atau info lain dirangkum menjadi outline atau TOR liputan, yang berisi latar belakang masalah, arah liputan, kebutuhan gambar dan grafis, serta nara sumber yang diperlukan.

Tentu saja, tidak semua hal bisa diriset melalui media online. Tak jarang, media online hanya menyediakan informasi yang terbatas, sehingga pengelola program harus mencari tambahan informasi dari sumber-sumber lain. 
Atau, bisa jadi juga, media online menyediakan informasi lama yang belum di-update, sehingga informasi itu tidak sesuai dengan kondisi lapangan, dan tidak bisa diandalkan. 

Ketika sebuah situs kuliner pada tahun 2008 memberitakan tentang sebuah restoran A, yang menyediakan menu istimewa B, bisa jadi restoran itu sekarang sudah tutup dan penutupannya tidak diberitakan. Kalau tanpa mengecek lebih dahulu, si reporter langsung tergesa-gesa berangkat meliput, bisa jadi dia hanya membuang-buang waktu, uang, dan tenaga secara sia-sia, karena terpaksa pulang tanpa hasil.

Ada beberapa langkah, yang bisa dilakukan untuk mengatasi kekurangan informasi di media online itu, antara lain:

(1) Meminta bantuan kontributor atau koresponden TV di daerah, untuk mengecek atau mengkonfirmasikan informasi tertentu. Mereka juga bisa diminta bantuan untuk membuat janji liputan dengan nara sumber, dan sebagainya.

(2) Menggunakan jasa tenaga fixer. Fixer adalah orang luar, bukan karyawan TV, yang menawarkan jasa untuk membantu sebuah liputan. Mereka biasanya sudah punya kontak dengan beberapa nara sumber tertentu di daerah domisilinya, dan bisa membantu mencarikan nara sumber yang tepat untuk liputan topik-topik tertentu. Tentu saja, jasa ini harus dibayar (menambah biaya liputan). 

(3) Melakukan riset lapangan sendiri untuk melihat lokasi, menemui dan mewawancarai nara sumber (pra-liputan), mengecek biaya operasional, kebutuhan alat, dan sebagainya. Melakukan riset lapangan sendiri adalah yang terbaik, sebab reporter dan camera person adalah yang paling tahu tentang topik liputan dan konsep tayangan yang mau dibuat.

Contoh riset oleh pengelola program: 
Liputan untuk program Suara Dapil (magazine). Program ini berdurasi 30 menit, terbagi dalam 3 segmen, masing-masing segmen sekitar 7 menit (diselingi oleh dua commercial break, yang total break memakan durasi sekitar 9 menit).

Format program sudah jelas, yakni tiap segmen akan membahas isu yang berbeda, namun ada benang merah yang menghubungkan setiap segmen, sehingga setiap episode tampil secara utuh.

Misalnya, sudah dipilih topik tentang Dapil di Aceh.
Segmen 1: Lokasi  dan Konstituen Dapil di Aceh.
Segmen 2: Kegiatan Anggota dan Aspirasi masyarakat Aceh.
Segmen 3: Sosialisasi tugas DPR dan Pengawasan Pembangunan.

Nah, dari arahan yang sudah jelas ini, periset langsung mencari lokasi konstituen/dapil, kegiatan masyarakat yang akan diliput, serta nara sumber di Aceh yang bisa dihubungi. Tugas liputan semacam ini relatif sederhana, nara sumbernya juga terbuka dan mudah diakses, sehingga tidak terlalu membutuhkan bantuan koresponden atau fixer atau Tenaga Ahli (TA) anggota. 

Sebaliknya, bantuan akan dibutuhkan untuk liputan yang lebih rumit dan berisiko, misalnya, liputan investigatif atau sidak tentang peredaran senjata ilegal atau jaringan peredaran ganja di Aceh dalam tupoksi pengawasan terhadap kinerja perangkat Pemda dll.

Wednesday, July 18, 2018

Bagi Anda yang sudah lama berkecimpung di dunia fotografi pasti mengetahui istilah-istilah yang sering digunakan dalam fotografi. Buat saya dan teman-teman lain yang masih pemula tentunya sangat perlu mengetahui istilah-istilah ini untuk menunjang hobby fotografi yang saya dan teman-teman newbie lain miliki. Saya sudah mengumpulkan daftar istilah yang sering digunakan dalam fotografi dimulai dari A sampai Z.
Berikut ini adalah daftar istilah dalam fotografi:

Friday, June 16, 2017

Bagi anda broadcaster tv atau calon
Untuk menjawab semua pertanyaan itu tentunya balik lagi kepada si broadcaster tv, bagaimana konsep acara yang all crew buat. Namun ini semua kaitannya dengan dengan "Format Acara Televisi". Sebagai broadcaster tv kita dituntut untuk memahami format acara tv.

Sering kali kita melihat acara program yang hannya mengandalkan si pemain saja (Artis) atau menyuguhkan artis-artis papan atas. 
Hal hasil, kita bingung dengan program acara ini dan tetntunya tidak sesuai dengan format acaranya yang ada hanya melihat si para artis ngedumel sendiri dengan seolah-olah sibuk membongkar cerita pribadi kehidupan si pemain lain. 

Mungkin ini sebuah terobosan tersendiri bagi si pemilik program agar rattingnya lebih meningkat. Tak dapat dipungkiri berbagai program acara ada yang hanya memanfaatkan dan menggantungkan acaranya pada artis tersebut, dan ada pula yang membuat program acara dengan konsep yang baik namun pemain yang memainkannya tidak terlalu familiar.
Penayangan sebuah program acara televisi bukan hanya bergantung pada konsep penyutradaraan atau kreativitas penulisan naskah, melainkan sangat bergantung pada kemampuan profesionalisme dari seluruh kelompok kerja (team work) di dunia broadcast dengan seluruh mata rantai divisinya. 
Acara yang bagus akan menjadi buruk apabila jam tayangnya tidak tepat. 
Acara yang bagus bisa ambruk karena kurang promosi. 
Acara yang bagus juga bisa jatuh bila kualitas gambar on-airnya mengalami gangguan, seperti terlalu banyak goyang (shacking) atau noise suara. 
Namun semuanya masih bisa diantisipasi. 
Kuncinya ada pada penentuan Foramat Acara televisi. 
Jadi, kalau anda seorang broadcaster tv anda harus bisa melakukan eksploitasi kreativitas dalam format acara televisi yang terancang dan terencana.
Penayangan sebuah acara sekarang ini sering dilakukan tanpa melakukan studi terhadap format yang akan di garap. 
Kebanyakan dari mereka para kreator seni, hanya mementingkan pelaksanannya saja, setelah alat, artis dan perlengkap yang lainnya sudah mendukung maka sebuah acara bisa saja di garap. 
Padahal seharusnya sebelum acara atau tayangan televisi akan digarap yang harus dilakukan adalah menentukan konsep yang akan dipakai karena bila konsepnya tidak sesuai bisa menyebabkan tayangan tersebut menjadi gagal atau tidak fokus. 
Misalnya, bila cerita yang telah disusun ternyata janggal, tanpa mempertimbangkan efeknya bisa saja para pemirsa yang menyaksikan tayangan tersebut terkena pengaruh yang kurang baik.
Sesungguhnya apa arti dari Format Acara Televisi itu ?
"Format acara televisi adalah sebuah perencanaan dasar dari suatu konsep acara televisi yang akan menjadi landasan kreatifitas dan desain produksi yang akan terbagi dalam berbagai kriteria utama yang disesuaikan dengan dan target pemirsa acara tersebut".
Naratama (2004).

Maka dari itu hendaknya tayangan televisi digarap berdasarkan format yang telah disepakati oleh bersama oleh berbagai pihak agar tidak terjadi kesalahpahaman atau keraguan pada tayangan yang akan ditayangkan.
Menurut Naratama (2004) format acara terdiri dari tiga bagian yaitu:
  • Pertama Fiksi (drama) merupakan sebuah format acara televisi yang diproduksi dan dicipta melalui proses imajinasi kreatif dari kisah-kisah drama atau fiksi yang direkayasa dan dikreasi ulang. Contoh : Drama percintaan (love story), Tragedi, Horor, Legenda, Aksi (action), dan sebagainya.
  • Kedua, Non-fiksi (non-drama) adalah sebuah format acara televisi yang dproduksi dan dicipta melaluiproses pengolahan imajinasi kreatif dari realitas kehidupan sehari-hari tanpa harus mengintrepretasikan ulang dan tanpa harus menjadi dunia khayalan. Contoh : Talk Show, Konser Musik dan Variety Show.
  • Ketiga, Berita dan Olahraga adalah sebuah acara format televisi yang diproduksi berdasarkan informasi dan fakta atau kejadian atau peristiwa yang berlangsung pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Contoh : Berita Ekonomi, Liputan Siang, dan Laporan Olahraga. 

        Gambar 1. Bagan Format Acara Televisi




Semua orang punya hak untuk menikmati, memaki, memuji, membenci dan semua me-me-me lainnya terhadap format acara yang anda tayangkan. 
Agar hal ini tidak terjadi, anda tidak boleh salah dalam menetukan format acara yang anda buat. 
Prinsipnya, anda harus membuat format acara sedetail mungkin agar tidak terjadi kesalahpahaman pada saat produksi langsung. 
Sebagai seorang broadcaster, tentunya Anda juga dituntut untuk memberikan ide-ide kreatif yang akan membumbui format acara tersebut. 
Untuk itu, Format Acara haruslah clear terlebih dah sebelum melangkah ke persoalan lainnya. 
Maka dari itu hendaknya tayangan televisi digarap berdasarkan format yang telah disepati oleh barbagai pihak agar tidak terjadi kesalahpahaman atau keraguan pada tayangan yang akan ditayangkan.
Kerja kreativitas dalam memproduksi sebuah acara dikerjakan oleh sebuah team, bukan individu. 
Dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni dalam memproduksi sebuah acara, baik dalam memproduksi berita maupun jenis acara hiburan.
Setelah itu kita sebagai video journalist Indonesia harus mengenali kriteria masyarakat Indonesia sebagai konsumen yang akan mengkonsumsi tayangan-tayangan yang akan kita sajikan di layar televisi. 
Setelah itu kita juga harus mempelajari status social mereka. Mengapa perlu mengenali dan mempelajari 2 hal tersebut agar kita dapat lebih mudah memilih format acara televisi dan informasi yang kita sampaikan sesuai dengan target audiens yang dimaksud.
Next setelah kita sudah membahas tentang Format Acara Tv, bagaimana dengan "Elements Of The Shot".

Tentang shot tentunya kalian para broadcaster tau dong, mulai dari anglenya, penempatanya hingga jenis- jenis shot. 
Selanjutnya kita perlu mengkaji kembali ulasan Ray Thompson sebagai berikut:
“A shoot is a basic division of a film or TV programme. 
In the same way as a play maybe divided into scene and acts, or an orchestral piece divided intoparts and bars,a film or TV programme is divided up into scenes and shots.”
Dengan kata lain, kita harus memahami benar bahwa sebuat shot hanyalah bagian dasar dari sebuah film dan program televisi. 
Shot dapat dipisahkan untuk kepentingan adegan dan acting. Thompson juga menegaskan bahwa sebuah shot hanya bagian kecil dari sebuah proses produksi, namun mempunyai arti yang sangat penting.
Setiap shot gambar atau video memiliki arti dari gambar yang kita ambil. Dari foto maupun video tanpa dilengkapi dengan teks tentu semua orang akan tau arti dan maksud dari gambar tersebut, sebab setiap angle yang kita ambil dapat memiliki cerita.
Untuk mendukung peran dan makna dari sebuah shot, Thompson telah membedah shot menjadi beberapa elemen yang terkandung di dalamnya yang disebut "The Element Of The Shot" sebuah teori tentang arti dan makna dari sebuah shot.
Elemen apa aja yang terkandung dalam "The Element Of The Shot", ini dia rinciannya berikut ini :
  • Motivasi yaitu sebuah shot harus mempunyai motifasi yang akan memberikan alasan bagi editor untuk memotong dan menyambungkan ke shot berikutnya. setiap shot harus ada motifasi dan tujuan. Dalam penyutradaraan drama shot dapat diciptakan karena drama adalah penciptaan cerita fiksi yang divisualisasikan. Misalnya, syuting anak kecil lagi menangis, senang ataupun sedih sangat bergantung pada mood anak tersebut.
  • Informasi yaitu sebuah shot harus menggambarkan informasi yang ingin disampaikan kepada pemirsa. contohnya sebuah adegan seorang musisi sedang menampilka solo gitar dalam sebuah konser musik. karena itu informasi yang harus disajikan adalah panggung konser, posisi pemain gitar, wajah pemain gitar, petikan tangan, kord gitar, dan sambutan penonton.
  • Composition. Ada empat bagian yang perlu diperhatikan yaitu framing (pembingkaian gambar), Illusion of depth (kedalaman dimensi gambar). subject or object (subjek atau objek gambar), dan colour (warna)
  • Sound artinya faktor suara sangat mempengaruhi makna gambar. Misalnya sebuah shot jalan raya kita dapat mempertegas suasana itu dengan suara klakson mobil, peluit, polisi, dll 
  • Camera Angle. Point of view ini akan memberikan kekuatan dari sebuah shot itu sendiri dan menempatkan arah pandangan mata dari penonton sehingga jika arah ini salah, penonton juga akan mempunyai pandangan yang salah dari sebuah shot.
  • Continuity Nah, kalau kelima elemen sudah bisa dilengkapi maka anda harus berkonsentrasi menciptakan kontinuiti yang sesuai untuk menyambung shot-shot yang telah anda ciptakan. Continuity bisa disebut sebagai kontinuitas dari sambungan shot-shot yang dapat melengkapi isi cerita maupun karya visual.
Perlunya memahami Format Acara Televisi dan The Elements Of The Shot dengan kaitannya menjadi seorang reporter digital video journalist, secara tidak langsung kita sudah mengerti video atau foto peristiwa apa yang kita sampaikan. Segmentasi khalayaknya untuk siapa ? kalau untuk dewasa penggunaan bahasa menggunakan bahasa yang sebaya atau bisa bilang yah bahasa orang dewasa juga, namun bila untuk anak-anak penggunaan bahasa lebih mudah dimengerti dan ataupun untuk umum (publik) gunakan bahasa yang umum menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar dan tentunya sesuai dengan prinsip kaidah bahasa jurnalistik (singkat, padat dan jelas). Serta dapat membedakan jenis-jenis acara tv.
Untuk Element Of The Shot, tentunya kita mengetahui angle dari setiap peristiwa yang diambil baik berupa video maupun foto. Setiap shot video atau foto memiliki makna, arti dan cerita sendiri. Seluruh elemen ini saling terkait, saling terangkai dan saling terikat satu sama lainnya. 
Dengan memahami element ini tentunya kita dapat terpacu untuk membuat Video Journalist bukan hannya asal rekam atau asal potret aja, tapi tentunya memberikan fell (rasa) dari apa yang kita tangkap dan rekam dapat disampaikan dengan baik pada masyarakat.
Copyright zOe Production. Powered by Blogger.

Contact Us

Name

Email *

Message *

Lighting, editing