ZOE Production

Nama alamat nomor telephone dan Whatsupp

Showing posts with label ISTILAH KATA SENI PANGGUNG. Show all posts
Showing posts with label ISTILAH KATA SENI PANGGUNG. Show all posts

Saturday, January 15, 2022

 



Daftar Arti Kata Istilah Penting Dalam Seni Panggung
 
1.     AESTETIES : Bersifat indah, karya seni yang indah, nilai-nilai keindahan.

2.     ALIRAN : Ciri ekspresi personal yang khas dari seniman dalam menyajikan karyanya – isi karya (makna).
 
3.     ALUR : Rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan seksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan cerita kearah klimaks dan penyelesaian.
 
4.     ANTAGONIS : Tokoh pertentangan, lawan tokoh protagonist.
5.     ANTI TIPS CASTING : Pemilihan pemain berlawanan dengan sifat asli pemain.
6.     ART SENI : Kepandaian, sesuatu yang indah, kagunan, anggitan.

7.     ATMOS : Suasana perasaan yang bersifat imajinatif dalam naskah drama yang diciptakan pengarangnya. Atau suasana berkarakter yang tercipta dalam pergelaran drama.
 
8.     BABAK : Bagian besar dari suatu drama atau lakon (terdiri atas beberapa adegan).
 
9.     BALANCE : Keseimbangan unsur rupa.
10.  BASICS DESIGN : Dasar-dasar desain, nirmana.
11.  BASICS VISUAL : Dasar-dasar rupa, rupa dasar.

12.  BLOCKING : Teknik pengaturan langkah-langkah para pemain di panggung dalam membawakan sebuah cerita drama.
 
13.  CAARAKAN : Cara-cara petikan kacapi.
14.  CASTING : Cara pemilihan pemain untuk memerankan suatu tokoh.

15.  CASTING BY ABILITY : Pemilihan pemain berdasarkan kecerdasan, kepandaian dan keterampilan calon pemain.

16.  CASTING BY TYPE : Pemilihan pemain atas kesesuaian tokoh dengan calon pemain baik fisik maupun tingkah lakunya. Casting motional
 
17.  TEMPERAMENT : Pemilihan pemain berdasarkan kondisi emosi dan perasaan calon pemain.
 
18.  CLOSE VALUE : Value yang berdekatan/bersamaan dan kelihatan lembut dan terang.
 
19.  COLOUR : Warna, color
20.  COLOUR IMAGE : Skema warna
21.  COMPLEMENTER : 2 warna yang berlawanan dalam lingkaran warna
22.  COMPOSITION : Komposisi unsur rupa
23.  CONTRAST : Tingkat kecerlangan, cerlang.
24.  CRAFT : Kerajinan, keterampilan, seni kriya.
25.  CREATIVITY : Bersifat kreatif, dunia kreatif
26.  CULTURAL IDENTITY : Jatidiri budaya, identitas budaya

27.  DESIGN : Rancangan, karya rancangan, penggambaran, gagas rancangan, pemecahan rupa, susunan rupa, tata rupa, konsep rupa, bahas rupa.
 
28.  DESIGN PRINCIPLES : Asas-asas desain.
29.  DIATONIS : Susunan nada yang mempunyai jarak 1 dan ½
30.  EKPLORASI : Latihan-latihan pencarian untuk kebutuhan karya seni.

31.  EKSPOSISI : Bagian awal sebuah lakon atau karya sastra yang berisi keterangan tentang tokoh dan latar pemaparanpengenalan.
 
32.  EKSPRESIONISME : Aliran seni yang menampilkan kondisi kedalaman hati/perasaan.
 
33.  EMPATI : Keterlibatan kedalam bentuk atau larut dalam perasaan tokoh.
34.  EXPRESSION : Mimik, emosi wajah.
35.  GAYA : Ciri bentuk luar yang melekat pada wujud karya seni.
36.  GENRE KESENIAN : Jenis / bentuk / fungsi seni sebuah pertunjukan dilakukan.

37.  GESTIKUISED : Bagian aktor memanfaatkan gerak/isyarat tangan untuk menegaskan apa yang dibicarakan.
 
38.  IMPROVISASI GERAK : Imajinasi spontanitas gerak.
39.  INDUSTRIAL DESIGN : Disain produk industri, disain produk, disain industri.
40.  INTENSITY CHROMA : Kualitas cerah atau suramnya warna.

41.  KARAKTER : Sifat-sifat kejiwaan ahlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain, tabiat, watak.
 
42.  KOMEDI : Lakon gembira, atau suka cita.

43.  KONFLIK : Berselisih, pertentangan, ketegangan dalam cerita atau lakon (dua kekuatan atau dua tokoh).
 
44.  KONSENTRASI : Pemusatan pikiran.
45.  KONVENSIONAL : Aliran atau gaya penampilan yang biasa-biasa saja sesuai dengan kebiasaan yang berlaku.
 
46.  LANCARAN : Bentuk lagu yang menentukan letak dan pola tabuhan semua instrumen dalam gamelan Jawa.
 
47.  LAKU DRAMATIK : Penggayaan kegiatan atau prilaku sehari-hari sehingga menampilkan sesuatu yang lebih bermakna.
 
48.  LINE : Garis
49.  LOW VALUE : Nilai yang berada dibawahnya.

50.  MUSIK INTERNAL : Musik yang berasal dari tubuh penari itu sendiri (seperti tepuk tangan, teriakan, hentakan kaki, petikan jari, dsb).
 
51.  MUSIK EKSTERNAL : Musik pengiring tari yang berasal dari luar penari (seperti seperangkat gamelan, orkestra/bunyi-bunyian yang dimainkan orang lain).
 
52.  OSTINATO : Pengulangan pola musik yang sama pada suara bas (iringan).

53.  PANGGUNG PROSCENIUM : Panggung di gedung pertunjukan yang hanya dapat dinikmati dari satu arah pandang yaitu dari depan.
 
54.  PENTATONIS : Susunan nada yang mempunyai 5 nada, susunan nada

55.  YANG BERLARAS : Pelog terdengar seperti nada do-mi-fa-sol-si-do. Slendro terdengan seperti nada re-mi-so-la-do-re.
 
56.  PESTA RAKYAT : Kegiatan-kegiatan adat budaya selalu dikaitkan dengan kejadian penting misalnya : kelahiran, perkawinan dan kematian dalam suatu masyarakat tertentu dengan bentuk-bentuk kegiatan seni.
 
57.  POINT OF VIEW : Titik pandangan, fokus.
58.  PROPORTION : Proporsi, kepatutan bentuk, idealisasi rupa.

59.  RICIKAN : Penggolongan instrumen berdasarkan bentuk dan fungsi dalam komposisinya.
 
60.  RUBATO : Perubahan variasi ritme irama dan dinamik sebagai ungkapan ekspresi pemain (dimainkan sekehendak pemain)
 
61.  SENI : Kegiatan sadar manusia dengan perantaraan/medium tertentu untuk menyampaikan perasaan kepada orang lain.
 
62.  SKENARIO : Adalah susunan garis-garis besar lakon drama yagn akan diperagakan para pemain.
 
63.  SHADE : Value warna yang lebih gelap dari warna normal.
64.  SHAPE : Bangun atau bentuk plastis (form)

65.  STILASI : Menyederhanakan gerak dengan meniru gerak alami (seperti gerak bermain, gerak bekerja, dan lain-lain).
 
66.  TARAWANGSA : Istilah satu set perangkat gamelan sunda.

67.  TARI TEATRIKAL : tari yang dikemas untuk pertunjukan yang memiliki nilai artisitik yang tinggi.
 
68.  TEXTURE : Barik, kondisi permukaan suatu benda atau bahan.
69.  THREE DIMENSIONAL DESIGN : Bentuk tiga dimensi, nirmana tiga dimensi.
70.  TINT : Value warna yang lebih terang dari warna normal.
71.  TRADITIONAL ART : Seni tradisi.

72.  TWO DIMENSIONAL DESIGN : Bentuk dua dimensi, nirmana dua dimensi, datar.
 
73.  UNITY : Kesatuan rupa.
74.  VELUE : Nilai, bobot.
75.  VISUAL ART : Seni rupa
76.  VISUAL CULTURE : Budaya rupa, dunia kesenirupaan.
77.  VISUAL PRINCIPLES : Prinsip-prinsip rupa.

78.  VITUOSNED : Kemahiran luar biasa dalam menguasai teknik memainkan, membawakan peran.
 

Copyright zOe Production. Powered by Blogger.

Contact Us

Name

Email *

Message *

Lighting, editing