ZOE Production

Nama alamat nomor telephone dan Whatsupp

Thursday, November 5, 2015

Crew Produksi TV dan Tugasnya

1. PRODUSER
Produser adalah pemain utama di televisi, film dan video industri. Seorang yang mendisain sebuah produksi program acara sekaligus bertanggung jawab terhadap teknis eksekusi produksi program tersebut dan bertugas untuk mengintegrasikan unsur-unsur pendukung produksi dalam sebuah produksi program acara televisi dan bertanggung jawab terhadap aspek teknis maupun estetis serta mampu menterjemahkan sebuah gagasan / naskah / rundown sebuah program acara ke dalam pelaksanaan produksi program siaran. Permulaan ide dari sebuah proyek seringkali datang dari produser dan mereka mengawasi proyek dari perencanaan sampai selesai. Mereka terlibat dalam proses marketing dan distribusi seperti mereka memantau shooting. A producer must has good taste, seorang produser harus mempunyai selera yang baik. Untuk itu seorang produser harus mempunyai wawasan yang luas tentang film, baik teknis maupun non teknis. Produser bekerja sama dengan sutradara dan staf produksi dalam proses shooting dan selalu terlibat di dalamnya.


Job description
Singkatnya, seorang produser dapat membawa sebuah konsep ke dalam layar. Orang yang dapat melakukan semua kemungkinan.
Produser terlibat dalam setiap pertunjukan dalam sebuah program televisi, film atau video, dari awal proyek sampai akhir, baik di studio ataupun di luar studio. Dia adalah team leader yang paling penting dan bergantung pada ukuran proyek dan didukung oleh production assistant, koordinator fasilitas dan unit manager.
Aktifitas khusus meliputi:

  1. Membuat rencana anggaran biaya produksi
  2. Mengembangkan konsep cerita yang akan diproduksi
  3. Mengatur masalah-masalah yang timbul pada saat waktu shooting
  4. Supervisi progress proyek dari produksi dan pasca produksi
  5. Mengelola seluruh sumber daya (SDM, keuangan dsb) dengan baik agar pelaksanaan pembuatan suatu paket produksi dapat berjalan sesuai target
  6. Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan proses pembuatan paket produksi, intern maupun ekstern
  7. Melakukan negoisasi harga dengan pemain
  8. Mengantarkan sebuah produksi sesuai dengan budget

2. PROGRAM DIRECTOR – PENGARAH ACARA ATAU SUTRADARA

Seorang yang ditunjuk untuk bertanggung jawab secara teknis pelaksanaan produksi satu mata acara siaran, menyutradarai Program Acara Televisi baik untuk Drama ataupun Non Drama dalam Produksi Single atau Multi Camera.
Visi Program Director adalah membimbing kru-nya dalam mencari lokasi yang tepat, melakukan casting, mendesain set dan lighting serta terlibat dalam proses editing dan dubbing.
Oleh karena itu, hal yang terpenting adalah kemampuan dalam memimpin. Yang meliputi kemampuan dalam bekerjasama dengan banyak orang, pemilihan artistik, mengetahui masalah teknis serta mempunyai kemampuan dalam menangani perubahan-perubahan yang terjadi di lapangan. Program Director diharapkan dapat bekerja keras di bawah tekanan. Tidak ada latar belakang yang jelas mengenai darimana seorang sutradara mendapatkan ilmunya, beberapa dari mereka memiliki pengalaman dalam bidang produksi, kamera ataupun editing. Tapi yang paling utama adalah mereka harus memiliki pengalaman dalam bidang industri ini.

Syarat :
• Memahami TYPE OF PROGRAM
• Menguasai MANAJEMEN PRODUKSI
• Mendalami SINEMATOGRAFI
• Mendalami DRAMATURGI

• Mampu menggunakan Peralatan Produksi dan dapat menterjemahkan gagasan kedalam eksekusi sebuah program acara TV (mengabungkan hal teknis & seni)

Aktifitas khusus meliputi:

  1. Merepresentasikan naskah 
  2. Brainstorming ide dengan produser dan penulis naskah
  3. Mem-breakdown naskah ke dalam syuting list
  4. Melakukan casting calon pemain
  5. Memimpin crew produksi di lapangan
  6. Bertanggung jawab terhadap proses pengambilan gambar
  7. Mengarahkan para pemain di lapangan
  8. Men-supervisi di bagian editing
Apa saja yang perlu dilakukan?

Brain Strorming :
1. Membuat /menentukan detail konsep bersama-sama dengan Producer, Creative
2. Melakukan analisis script/scenario /rundown berdasarkan konsep/ ide yang telah disepakati
3. Menentukan peralatan pendukung teknis meliputi : Kamera, Lighting, Audio dan perangkat teknis lainnya sesuai dengan konsep program

Koordinasi :
Melakukan koordinasi dengan crew pendukung teknis meliputi : Kameraman, Switcherman, Audioman, Lightingman menyangkut konsep acara dan kebutuhan peralatan produksi Me-review kembali kebutuhan teknis produksi dengan Producer dan Creative

Eksekusi :
1. Membuat /menentukan bloking kamera
2. Melakukan supervisi terhadap penataan set panggung, lighting, kamera, audio, switcher, CG etc.
3. Bersama-sama TD memastikan kesiapan perangkat teknis lainnya
4. Memandu jalannya Gladi Bersih bersama FD
5. Berkoordinasi dengan producer dan krabat kerja yang lain
6. Melakukan Briefing bersama seluruh crew pendukung acara mengenai rundown acara SHOOTING PROGRAM ( Live / Taping ) Mengarahkan produksi Program Acara

Evaluasi :
Bersama Produser dan crew pendukung teknis lainnya melakukan evaluasi

Editing :
Mengikuti proses editing program bila Dibutuhkan

BAHASA KOMANDO…

STANDBY
Aba-aba untuk meminta kepada seluruh pendukung acara baik crew maupun talent/presenter untuk bersiap-siap memulai acara/program.
Dapat juga berarti aba-aba untuk kameraman agar jangan merubah komposisi gambar karena akan di ambil .
Contoh : “Studio standby….Crew, Standby….” Atau “… Camera 1 Standby ….Camera 1 Take ….”

COUNTDOWN
Hitungan mundur untuk memberi aba-aba agar program di mulai tepat sesuai waktu yang ditentukan.
Dapat juga berarti memberikan jeda waktu pada proses recording antara satu adegan ke adegan berikutnya, untuk mempermudah pada proses editing

Contoh : “ Standby … 5…4…3…2…1…action !!!...”

CUE / ACTION
Aba-aba untuk artis, talen, presenter atau performer yang lain untuk memulai adegan atau aksinya sesuai dengan script/ naskah.
Dalam produksi program besar yang melibatkan banyak orang, komando dari Director diteruskan kepada Floor Director

Contoh : “… 3…2…1…Cue (talen)…!!” atau “Camera ..!!! ..Action…!!” “

TAKE” / “ON”
Aba-aba untuk kameraman sebagai tanda gambarnya di ambil, biasanya dilakukan untuk produksi program dengan multi kamera.

Contoh : “ Camera 1 Standby… Camera 1 Take” atau “ Camera 1 …On..!!”

Take two, Take Tree…
Isyarat untuk meminta untuk dilakukan pengambilan gambar ulang, karena pengambilan gambar pertama terjadi kesalahan atau hasilnya tidak memuaskan.

ROLLING / PLAY
Aba-aba kepada VTR operator untuk memulai pemutaran video tape, bisa juga berlaku sebagai aba-aba untuk memulai perekaman.
Contoh : “… standby VTR… rolling, VTR….” Atau “ Stndby VTR …rolling record VTR… 3..2..1..”

WIDE SHOOT / Tide Shoot
Perintah kepada kameraman untuk pengambilan sudut gambar lebar atau sempit

Contoh : “… Camera 1 wide….”

CUT
Perintah untuk memotong adegan

BUNGKUS/ CLEAR
Komando sebagai isarat bahwa seluruh kegiatan produksi telah usah. Dapat juga berarti proses pengambilan gambar pada satu scene telah usai atau pengambilan gambar pada satu tempat telah usai, diteruskan ke tempat berikutnya

3. PRODUCTION SWITCHER / SWITCHERMAN
adalah seseorang yang bertanggungjawab terhadap pergantian gambar, baik atas permintaan Pengarah Acara atau sesuai dengan shooting script/rundown yang telah disusun sebelumnya. dalam perkembangannya posisi ini sudah dirangkap oleh pengarah acara.

Pada produksi TV akan ditemukan editing dalam 3 bentuk :

• Video switching in real time mempergunakan production switcher ( video mixer)
• Post production videotape editing
• Film editing

Meskipun secara mekanis masing-masing prosesnya berbeda, efek artistiknya bisa jadi hampir sama.Yang perlu diperhatikan pada saat editing adalah :

• Moment yang dipilih untuk diganti dari satu shot ke shot lainnya. (cutting point)
• Bagaimana pergantian shot tersebut (cut,mix,dsb) dan kecepatan transisi.
• Order of shots (sequence) dan durasinya (cutting rhythm).
• Mempertahankan kualitas gambar yang baik dan kesinambungan audio.
• Menggabungkan adegan yang diambil pada waktu dan tempat berbeda, apabila adegan diambil dengan satu kamera.

Untuk sebuah produksi televisi, rundown merupakan panduan yang dijadikan acuan seorang program director atau pengarah acara dalam menjalankan sebuah acara televisi.

Rundown biasanya disusun oleh produser dan didiskusikan dengan tim produksi. Format pembuatan rundown tidak mutlak, sangat tergantung dari karakteristik format acara televisi itu sendiri.
Rundown format berita misalnya agak sedikit berbeda dengan rundown untuk acara berformat non drama (quiz, gameshow, music, variety show,magazine ,dll).

Rundown merupakan susunan isi cerita dari sebuah program acara yang dibatasi oleh durasi (panjangnya item acara), segmentasi dan deskripsi atau bahasa naskah.

Untuk acara berdurasi 30 menit biasanya dibagi menjadi empat segment, namun beberapa acara berdurasi setengah jam ini juga kadang terbagi menjadi 3 segment. Sedangkan acara berdurasi 60 menit biasanya terbagi atas 5 atau 6 segment.

Salah satu fungsi pembuatan segmentasi ini adalah untuk keperluan penempatan commercial break atau iklan. Misalnya, total konten program acara berdurasi 30 menit adalah 24 menit,sisanya yang 6 menit untuk iklan.

Selain kolom “Segment”, hal penting lainnya adalah “Description”. Di kolom ini dijelaskan tentang apa saja isi dari setiap segment. Sedangkan jika ada catatan penting lainnya, bisa dimasukan ke dalam kolom “Note” atau “Remark”

4. PRODUCTION ASSISTENT/ ASISTEN PRODUKSI
Asistent produksi mempunyai peran sebagai kunci dalam menjalankan proses produksi secara baik, membantu produser dalam mengatur proses produksi agar sesuai dengan jadwal serta budget.
Unit produksi menjalankan proses administrasi terhadap produser dan director dan masuk ke dalam semua proses produksi dari pra produksi hingga post produksi.

Job description
Unit Produksi selalu terlibat dalam sebuah program dengan cara mengamati langsung di lapangan sebagai koordinator lapangan dan memastikan semua apa yang terjadi di lapangan.

  1. Mengkoordinir dan mengkomunikasikan persiapan produksi & fasilitas yang dibutuhkan
  2. Mengkoordinir perencanaan meeting serta mencatat hasil meeting
  3. Membantu produser menyusun rencana anggaran biaya
  4. Membantu produser menyusun schedule produksi
  5. Mendistribusikan naskah kepada pemain dan kru yang membutuhkan
  6. Mencari dan menghubungi calon pemain
  7. Mengkoordinir akomodasi dan transportasi (bila diperlukan)
  8. Surat menyurat (Bookingan)

5. PENULIS NASKAH ATAU SCRIPT WRITER

Naskah adalah blue print sebuah film, tugas diantaranya:

  1. Melakukan survey dan riset awal suatu cerita
  2. Menulis sebuah naskah/script yang akan diproduksi
  3. Melakukan brain-storming naskah dengan produser dan sutradara
  4. Melakukan revisi naskah sesuai dengan hasil brain-storming

6. FLOOR DIRECTOR / PENGARAH LAPANGAN
Bertugas sebagai penghubung dalam menyampaikan pesan- pesan Pengarah Acara kepada kerabat kerja dan para artis pendukung dalam produksi suatu acara dengan bahasa tubuh terutama tangan,  PA berkommunikasi dengan FD melalui alat komunikasi Clearcomm/Hand Tallky (HT)


7. CAMERAMAN/PENATA GAMBAR
Kameraman dapat mengoperasionalkan kamera dalam setiap kondisi, menghasilkan sebuah gambar sesuai dengan permintaan director dengan menggabungkan antara skill yang dimiliki dengan teknologi. Seorang kamerawan, dibawah komando seorang DOP (Director of Photography)  harus dapat mengasilkan shot terbaiknya.

  • Membaca dan mempelajari naskah film
  • Melakukan persiapan dan setting peralatan kamera, termasuk di dalamnya adalah tripod, monitor, lampu, kabel, headphone
  • Memberikan masukan kepada DOP untuk menghasilkan shot terbaik dalam tiap scene
  • Mempelajari naskah
  • Menemukan solusi teknis bila menemui masalah di lapangan
  • Selalu kreatif dan perhatian terhadap visual yang dihasilkan dari angle-angle shot
  • Selalu siap melakukan inovasi dan melakukan ekperimen dengan berbagai macam ide
  • Interlinking with a range of functions and equipment;
  • Melakukan intruksi dari director maupun DOP
  • Berkoordinasi terus dengan kameraman lain termasuk dengan soundman dan lightingman serta aktor
  • Selalu menjaga hubungan baik dengan asisten kamerawan
  • Bekerja cepat, karena waktu sangat berharga pada saat produksi berjalan
  • Selalu bertanggung jawab dalam situasi apapun yang berhubungan dengan hasil gambar
  • Merencanakan pekerjaan dengan ketelitian. Ketika dalam sebuah scene ada adegan ledakan, maka hanya perencanaan yang matang dan ketelitian yang dapat menghantarkan adegan tersebut dapat menghasilkan gambar yang baik, mengingat adegan seperti ini sangat mahal
  • Selalu mengikuti perkembangan teknis kamera dan peralatan lainnya

8. LIGHTING DIRECTOR / PENATA CAHAYA
bertugas sebagai seseorang yang bertanggung jawab terhadap keberhasilan penataan cahaya baik secara artistik maupun yang mampu menyentuh perasaan yang sesuai dengan tuntutan naskahnya.

Syarat :
  • Mengenal tata cahaya
  • Mengenal fungsi berbagai jenis lampu, kabel, filter, reflektor, genset, listrik, alat kontrol lampu/mixer
  • Mempunyai seni tatalampu (
  • Mengenal lokasi produksi 
  • Kordinasi dengan D.O.P (Departement Of Photography)
  • Membaca dan mempelajari naskah 
  • Chief Lighting mengikuti pra produksi agar mengetahui konsep setiap scene dan look secara keseluruhan film
  • Melakukan perhitungan kebutuhan lampu untuk setiap produksi
  • Mengatur setting lampu sesuai dengan permintaan sutradara di lapangan
  • Berusaha untuk mengatasi masalah pencahayaan di lapangan dengan berbagai cara untuk menghasilkan tata cahaya yang diinginkan
  • Melihat kebutuhan listrik dan mencari titik listrik pada setiap setting
  • Jika harus menggunakan genset, maka order kebutuhan daya setting untuk kebutuhan lampu
6. AUDIOMAN

Audioman adalah petugas yang mengatur perimbangan suara dari berbagai sumber, antara lain melakukan set up microphone, musik / backsound dan lain sebagainya.

No comments:

Post a Comment

Copyright zOe Production. Powered by Blogger.

Contact Us

Name

Email *

Message *

Lighting, editing